Warga Berencana Usir Penghuni Sekretariat GAYa Nusantara

1 Apr

detikcom – Jumat, 26 Maret

Sebuah bangunan rumah berlantai II di Jalan Mojo Kidul 1/11 A Surabaya sejak tiga tahun ditempati dan digunakan sebagai Sekretariat GAYa Nusantara. Selama ini, warga tidak tahu aktivitas mereka, hanya mengetahui keluar masuk laki-laki dan kadang perempuan. Warga pun siap mengusirnya.

Ketua RT 2 RW 5, Mojo Kidul, Pudjo Utomo mengatakan, pihaknya tidak tahu siapa yang menyewa rumah di nomor 11 A itu. Pihaknya juga tidak mengetahui apa pekerjaan penghuni rumah itu.

“Kita tidak tahu apa aktivitas mereka. Kita tidak tahu untuk tempat gitu-gituan. Penghuninya banyak keluar masuk berganti-ganti kadang ada laki-laki kadang perempuan, juga ada laki-laki berpakaian perempuan. Mereka sepertinya tidak bekerja,” kata Pudjo kepada wartawan di depan Sekretariat GAYa Nusantara, Jumat (26/3/2010).

Kehadiran komunitas gay, lesbian, biseks dan transgender, membuat kekhawatiran bagi warga sekitar, khususnya anak-anak mereka. Pudjo mengatakan pihaknya berencana untuk membubarkan mereka, namun sebagian warga tak menghiraukannya.

“Kita punya rencana agar mereka pindah dari sini. Warga juga resah. Bagaimana kalau anak-anak kita seperti itu. Tapi mau minta dukungan pada siapa. Sebagian warga tidak ada yang mau mendobraknya,” ujarnya.

Setelah adanya kejadian penyegelan sekretariat GAYa Nusantara, kini pihaknya mulai lega, karena ada dukungan dari kelompok Forum Umat Islam (FUI) Jatim.

Bahkan kunci gembok pintu pagar dari massa FUI diberikan ke pihaknya. “Kuncinya saya pegang. Kalau mereka mau masuk, akan kita laporkan ke MUI, apakah diizinkan masuk atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik warung rujak yang berada di depan mulut Jalan Mojo Kidul I, mengaku penghuni di rumah nomor 11 A itu ramah. “Orangnya ramah sering menyapa kami. Kelihatannya laki-laki tapi bicaranya seperti perempuan. Kita tidak tahu kalau tempat itu dijadikan kantor,” tandasnya.

http://id.news.yahoo.com/dtik/20100326/tid-warga-berencana-usir-penghuni-sekret-b1ae096.html

Terhadap kegiatan penyimpangan sex yang sangat melanggar norma agama maupun tata susila ini, orang-orang yang bergaya sok berkilah dengan HAM akan berceloteh bahwa penyimpangan sex dan perusakan moral manusia itu adalah hak asasi manusia. Astaghfirullah! Bahkan kadang dibumbui lagi, bahwa itu adalah kebebasan berserikat. Masih pula ditambahi dengan: Perlu adanya perlindungan terhadap kaum minoritas..

Itu semua adalah tipuan belaka. Karena kejahatan itu tidak boleh dilindungi tetapi harus diberantas. Melindungi kejahatan berarti merupakan kejahatan pula. Oleh karena itu, mumpung kejahatan semacam ini masih bisa dibatalkan acaranya, perlu diintensipkan pemberantasannya. Sebelum penyakit social itu akan mewabah dan mendatangkan adzab serta kutukan dari Allah Ta’ala.

Makin cepat dan intensip diberantasnya, makin baik, insya Allah! (nahimunkar.com).

http://www.nahimunkar.com/takut-kena-kutukan-massa-usir-peserta-kongres-gay-lesbian-dan-menutup-kantor-gay-di-surabaya/#more-2198

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: