Kami Berjuang Mencari Mati Sahid

26 Mar

Brigjen (Pol.) Maher Al-Ramli: “Kami Berjuang Mencari Mati Sahid…”

Wednesday, 24 February 2010 13:08

Wawancara eksklusif hidayatullah.com dengan Direktur Interpol Palestina Brigjen (Pol) Maher Al-Ramli. Inilah kesan-kesannya usai berkunjung ke Indonesia

Hidayatullah.com–Baru-baru ini Indonesia kedatangan tamu penting yang rendah hati, Brigjen (Polisi) Maher Al-Ramli, Direktur Interpol (International Police), Palestina yang bermarkas di Gaza. Maher berkunjung ke negeri kita atas undangan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) yang diketuai oleh Ustadz Ferry Nur.

Bagaimana perkembangan terakhir di Negeri Jihad Gaza? Apa tujuannya datang ke sini? Dan bagaimana kinerja kepolisian Gaza sesudah Pertempuran Al-Furqon (Ma’rakatul Furqon; pertempuran yang membedakan yang Haq dan Bathil) setahun yang lalu? Apa komentarnya atas syahidnya Mahmud Al-Mabhouh, salah satu pemimpin mujahidin Hamas, saat berada di Dubai baru-baru ini? Berikut ini wawancara hidayatullah.com dengan jenderal polisi yang murah senyum dan selalu waspada ini.

Apa kesan-kesan Anda dari kunjungan ke Indonesia?


Bismillaah, Alhamdulillah, wash-sholatu wassalaamu ‘ala Rasulillaah…

Saya bersyukur kepada Allah, diberi kesempatan bertemu langsung dengan bangsa muslim yang besar ini. Sudah lama kami selalu berbesar hati menyaksikan dukungan rakyat Indonesia kepada jihad di Palestina.

Kami tahu, salah satu yang menyebabkan dukungan besar itu, karena bangsa Indonesia pernah merasakan dijajah dan ditindas separti yang kami rasakan sekarang, di bawah penjajah Belanda dulu. Tapi kami juga yakin, hal terpenting yang membuat bangsa Indonesia mendukung jihad Palestina, karena kita terikat kalimat Laa ilaaha illa Allah. Yang menyebabkan kita tak bisa diam melihat kezaliman manusia atas manusia lain, apalagi yang dialami saudara sendiri.

Berapa lama Anda berkunjung ke Indonesia, dan siapa saja yang Anda jumpai?

Waktu saya berjumpa Duta Besar Republik Indonesia di Damaskus, Pak Muzzammil Basyuni, dia berpesan, “Wah lima hari itu pendek sekali, mestinya sebulan, baru Anda bisa menyaksikan Indonesia yang sesungguhnya.”

Saya harap bisa ke sini lagi lain waktu. Kali ini, kami memfokuskan kunjungan ke LSM-LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), organisasi, dan individu yang sudah pernah masuk ke Gaza. Tujuannya menindaklanjuti berbagai proyek kemanusiaan mereka di Gaza. Saya juga datang dalam kapasitas sebagai Asisten Menteri Dalam Negeri, Pemerintah Palestina yang sah di bawah pimpinan Perdana Menteri Ismail Haniyah.

Di antara proyek itu adalah perbaikan masjid dan madrasah yang dibantu Ustadz Ferry Nur dan kawan-kawan di KISPA, proyek rumah sakit oleh Dr. Joserizal, Dr. Sarbini, dan kawan-kawan dari MER-C, proyek pabrik roti oleh kawan-kawan dari Dompet Dhuafa, proyek anak-anak yatim dan fakir miskin, dan lain-lain, dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) pimpinan Prof. Didin Hafidhuddin, ustadz Arifin Ilham, dan beberapa lainnya.

Bagaimana keadaan di Gaza tepat setahun setelah Ma’rakatul Furqon?

Alhamdulillah, kami di Gaza tetap teguh, sabar, dan berani dalam lindungan Allah. Sampai sekarang kami masih diembargo oleh Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, dan Mesir. Bahan-bahan makanan dan obat-obatan tidak boleh masuk. Bangunan-bangunan yang dihancurkan Israel juga belum bisa diperbaiki karena bahan bangunan tidak bisa masuk dari Mesir.

Ada tujuh pintu masuk perbatasan Gaza, enam di antaranya dikuasai Israel, satu dikuasai Mesir. Mesir hanya membuka perbatasan di Rafah sesuai kehendaknya, dengan peraturan yang berubah-ubah. Minggu ini bahan makanan dan obat-obatan tertentu boleh masuk, minggu berikutnya dilarang.

Mesir juga membangun tembok tebal dari baja sedalam 30 meter di bawah tanah, dan 8 sampai 10 meter di atas tanah. Tujuannya memotong terowongan-terowongan yang selama ini dipakai rakyat Gaza memasukkan bahan makanan dan obat-obatan dari kawasan Mesir. Pada saat yang sama helikopter Apache Israel selalu mengebom kawasan ini untuk menghancurkan terowongan-terowongan itu.

Dengan tuntunan Allah kami tetap sabar. Kami terus mendekatkan diri kepada Allah. Kami yakin ujian ini tanda sayang Allah kepada kami, sebab ujian ini membuat kami lebih dekat kepada Allah. Setiap tahun ribuan anak menjadi hafizh Al-Quran. Masjid-masjid selalu penuh orang, shalat berjama’ah, seperti shalat Jum’at. Perempuan-perempuan keluar rumah menutup aurat dengan rapi. Ini semua tanda-tanda akan datangnya kemenangan dari Allah.

Sebagai seorang jenderal polisi, apakah menurut Anda keadaan Gaza kondusif?

Tingkat kriminalitas di Gaza merosot drastis sejak pemerintahan Hamas (Harakah Muqowamah Al-Islamiyah) membebaskan Gaza dari penjajahan Israel, dengan izin Allah (2006). Pemerintah yang sah hasil pemilu 2005 ini juga membersihkan Gaza dari antek-antek Zionis Israel pimpinan Mahmud Abbas dan Mohammad Dahlan yang mau menjual Palestina kepada Israel untuk kepentingan pribadi kelompoknya.

Jihad menjadikan setiap lelaki dan perempuan di Gaza menjadi takut hanya kepada Allah. Kalaupun ada kejahatan, yang terjadi tidak seberapa, paling-paling perkelahian atau pencurian kecil-kecilan.

Jumlah penduduk Gaza 1,5 juta jiwa, di atas tanah hanya seluas 360 km per segi. Padat sekali. Mungkin terpadat di dunia. Namun karena rakyat dan pemimpinnya taat kepada Allah, kriminalitas hampir nol. Para pejabat yang gajinya lumayan, rela memotong gajinya setiap bulan dalam jumlah besar, untuk dibagi-bagikan kepada rakyat yang lebih melarat, terutama di bulan Ramadhan.

Apa komentar Anda atas sahidnya Mahmud Al-Mabhouh di Dubai?

Semua upaya sedang dikerahkan untuk memperjelas kejadian ini sampai ke akar-akarnya. Kepemimpinan Hamas juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai hal ini. Kematian seorang sahid bagi perjuangan membebaskan Al-Aqsha dan Palestina adalah pupuk yang akan menyuburkan tanah jihad, dan kobaran api baru yang akan menambah semangat kami. Semoga Allah menerima keikhlasan perjuangan saudara kita, Al-Mabhouh, dan mengumpulkannya dengan kita bersama di Surga Firdaus.

Kabarnya Israel sedang melancarkan perang rahasia membunuhi para pemimpin Hamas di seluruh Timur Tengah. Anda tidak takut bepergian seperti ini?

Mereka berperang mempertahankan hidup, kami berjuang mencari mati sahid. Kalau sudah waktunya datang, kami akan menyambut dengan gembira, karena berarti lebih cepat bertemu Allah. [Muhammad
‘Isa,
Suriah/www.hidayatullah.com]

http://www.hidayatullah.com/wawancara/10847-brigjen-pol-maher-al-ramli-kami-berjuang-mencari-mati-sahid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: