Ketahuilah Orang Musyrik Itu Najis

24 Mar

Senin, 22/03/2010 09:27 WIB

oleh KH. Mashadi

Bagaimana para pemimpin umat bisa tidur dengan nyenyak, diatas kasur yang empuk, dan bermimpi dengan berbagai kenikmatan kehidupan dunia? Bagaimana para pemimpin umat ini bisa makan dengan lahap, dan menikmati hidangan diatas nampan, yang diatasnya makanan yang lezat-lezat? Bagaimana para pemimpin umat ini bisa tertawa berderai, diantara para pemimpin yang sedang bertemu di tempat-tempat yang mewah dan sejuk?

Sementara itu, negeri-negeri mereka dirampas, diduduki dan dikuasai musuh-musuh, yang telah melakukan kejahatan dan kebengisan, yang tiada taranya terhadap umat. Anak-anak kehilangan orang tua mereka. Wanita-wanita kehilangan suami mereka. Orang-orang tua menderita sendirian, karena telah kehilangan anak-anak mereka. Mereka tidak lagi memiliki pelindung. Mereka dihinakan dan dihancurkan kehidupannya. Tak ada lagi muru’ah (kemuliaan). Karena negeri mereka diduduki musuh-musuh, yang telah menghinakan dan mencabik-cabik kehidupan mereka.

Tempat-tempat suci umat Islam dijarah, di rusak, dikotori dengan kotoran yang najis, dan didirikan berhala-hala, yang menjadi tempat pemujaan orang-orang musyrik, yang menjadi musuh Allah Azza Wa Jalla. Umat Islam dilarang masuk melakukan ibadah. Umat dilarang mencintai tempat ibadahnya. Umat dilarang menjaga dan melindungi tempat ibadah mereka. Umat ini ditindas, dibunuhi, dan dihancurkan dengan cara-cara yang sangat kejam.

Tetapi hanya sedikit para pemimpin umat ini yang menyadari terhadap keadaan yang ada, bahwa sesungguhnya telah terjadi peperangan yang diciptakan oleh musuh-musuh Allah Azza Wa Jalla, dan mereka menduduki wilayah-wilayah dan negara, yang menjadi hak milih syah kaum muslimin. Allah telah menegaskan kepada umat ini, bahwa,

Sesungguhnya kaum Musyrikin itu najis”. (At-Taubah : 28).

Masihkah belum cukup terhadap kejadian-kejadian yang ada, yang mereka pertontonkan secara telanjang dihadapan kaum muslimin ini. Kejahatan yang mereka lakukan dengan menggunakan cara-cara yang keji. Mereka bukan hanya merampas harta, kekayaan, dan sarana-sarana hidup yang dimiliki kaum mulimin, tetapi mereka telah membunuhi anak-anak, wanita, dan orang tua, tanpa ada sedikitpun belas kasihan.

Mereka tidak mempedulikan dengan begitu banyaknya kematian yang dialami kaum muslmin. Mereka terus membunuh dan membunuh. Seperti mereka sudah tidak lagi, memiliki sisi-sisi kemanusiaan, yang ada pada diri mereka. Mereka hanya bisa membunuh dan membunuh.

Betapa banyak umat ini yang sudah dibunuh oleh Zionis Israel di tanah yang dberkahi dan dimuliakan oleh Allah Azza, di tanah Palestina? Sampai hari ini, tak berhenti orang-orang Zionis-Israel, yang sudah menduduki tanah Palestina, membunuhi anak-anak, wanita dan orang tua, dan membiarkan penduduk Palestina mati perlahan-lahan, akibat adanya blokade yang sudah mereka lakukan selama tiga tahun.

Berapa banyak kaum muslimin di Iraq yang tewas selama pendudukan Amerika Serikat terhadap negeri ‘1001’ malam itu? Berapa banyak kaum muslimin di Pakistan dan Afghanistan yang tewas akibat serangan pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat?

Negeri-negeri muslim di Afrika, Timur Tengah, Asia, semua porak-poranda, diakibatkan kebengisan dan kejahatan musuh-musuh Allah Azza Wa Jalla, orang-orang kafir dan musyrik. Sepertinya mereka berhak dan syah melakukan kejahatan terhadap umat Ini. Sepertinya mereka boleh melakukan apa saja terhadap umat ini, dan tanpa ada hukuman terhadap mereka.

Sampai kapan keadaan ini boleh berlangsung. Sampai kapan mereka orang-orang kafir dan musyrik itu menjajah, menduduki, dan menguasai serta membunuhi terhadap ummat ini?

Tentu yang menjadi persoalan yang sifatnya asasiah, masih banyak diantara para pemimpin umat yang tidak menyadari tentang kondisi ini. Bahkan, ada diantara mereka yang bekerjasama, dan memberikan wala’nya (loyalitasnya) kepada mereka. Meminta bantuan dan pertolongan, serta menggantungkan hidup mereka kepada musuh-musuh Islam ini.

Allah berfirman :

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. (An-Nisa : 138-139).

Hakekatnya, tak ada lagi, pembicaraan dan negosiasi dengan mereka yang telah terang-terangan memusuhi umat dan Islam ini. Apalagi memberikan wala’nya kepada mereka. Karena semua itu hanyalah akan mengundang murka dari Allah Azza Wa Jalla.

Ibnu Jarir mengatakan, “Orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai teman-teman penolong dengan maksud mencari kekuatan, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang dungu dan tidak sempurna. Dan, justru orang-orang kafir dan musyrik itu hanyalah bertujuan menghancurkan umat Islam, dan menjajahnya. Tidak mungkin mereka ridho dengan kemenangan dan kemuliaan yang akan dicapai umat Islam.

Kemuliaan dan kekuataan hanya dengan cara semata-mata datang dari pertolongan Allah, Dzat yang mempunyai kemuuliaan dan kekuatan, Dzat yang memuliakan siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan menghinakan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah akan menolong mereka dan memberikan kekuatan kepada mereka, orang-orang mukmin yang thaat. Wallahu’alam.

http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ketahuilah-orang-musyrik-itu-najis.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: