Tokoh-tokoh Islam Liberal

5 Jan

Siapa sajakah yang mereka daftar sebagai Islam Liberal?

Dalam internet milik mereka, ada sejumlah nama. Kami kutip sebagai berikut:

“Beberapa nama kontributor JIL (Jaringan Islam Liberal, pen) adalah sebagai

berikut:

  1. Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.
  2. Charles Kurzman, University of North Carolina.
  3. Azyumardi Azra, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  4. Abdallah Laroui, Muhammad V University, Maroko.
  5. Masdar F. Mas’udi, Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta.
  6. Goenawan Mohammad, Majalah Tempo, Jakarta.
  7. Edward Said
  8. Djohan Effendi, Deakin University, Australia.
  9. Abdullah Ahmad an-Naim, University of Khartoum, Sudan.
  10. Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung.
  11. Asghar Ali Engineer.
  12. Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
  13. Mohammed Arkoun, University of Sorbone, Prancis.
  14. Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta.
  15. Sadeq Jalal Azam, Damascus University, Suriah.
  16. Said Agil Siraj, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Jakarta.
  17. Denny JA, Universitas Jayabaya, Jakarta.
  18. Rizal Mallarangeng, CSIS, Jakarta.
  19. Budi Munawar Rahman, Yayasan Paramadina, Jakarta.
  20. Ihsan Ali Fauzi, Ohio University, AS.
  21. Taufiq Adnan Amal, IAIN Alauddin, Ujung Pandang.
  22. Hamid Basyaib, Yayasan Aksara, Jakarta.
  23. Ulil Abshar Abdalla, Lakpesdam-NU, Jakarta.
  24. Luthfi Assyaukanie, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.
  25. Saiful Mujani, Ohio State University, AS.
  26. Ade Armando, Universitas Indonesia, Depok –Jakarta.
  27. Syamsurizal Panggabean, Universitas Gajahmada, Yogyakarta.

Mereka itu diperlukan untuk mengkampanyekan program penyebaran gagasan

keagamaan yang pluralis dan inklusif. Program itu mereka sebut “Jaringan Islam

Liberal” (JIL).

Penyebaran gagasan keagamaan yang pluralis dan inklusif itu di antaranya

disiarkan oleh Kantor Berita Radio 68H yang diikuti 10 Radio; 4 di Jabotabek

(Jakarta Bogor, Tangerang, Bekasi) dan 6 di daerah.

Di antaranya Radio At-Tahiriyah di Jakarta yang menyebut dirinya FM Muslim

dan berada di sarang NU tradisionalis pimpinan Suryani Taher, dan juga Radio

Unisi di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Dua Radio Islam itu ternyata

sebagai alat penyebaran Islam Liberal, yang fahamnya adalah pluralis, semua

agama itu sama/ paralel, dan kita tak boleh memandang agama lain dengan pakai

agama kita. Sedang faham inklusif adalah sama dengan pluralis, hanya saja

memandang agama lain dengan agama yang kita peluk. Dan itu masih dikritik oleh

orang pluralis.

Sumber:

Judul Buku:

Bahaya Islam Liberal Sekular dan Menyamakan Islam dengan Agama Lain

ISBN 979-592-184-3

Penulis: Hartono Ahmad Jaiz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: