Saat Eropa Gelap, Dunia Islam Gemilang

9 Dec

Penulis: Rifky Ramdhoni

Saat eropa dalam masa kegelapannya (dark ages) maka peradaban Islam dalam masa keemasannya. Kemajuan pesat dalam segala bidang kehidupan.

Eropa mencoba keluar dari kegelapannya, dengan melakukan revolusi. Dikenal dengan Reinassance. Mereka melakukan pemisahan antara agama dan Negara. Dalam arti lain, mereka menjauhkan diri mereka dari agama dalam kehidupan sehari-hari. Agama – kristen- mereka anggap sebagai penghambat kemajuan. Saat Dark Ages di eropa, pengetahuan hanya berada di biara-biara. Keberadaan sekolah pun cuma sedikit.

Bila mereka menjauh dari agama mereka, dalam hal ini, Kristen, maka mereka merasakan kemajuan. Sebaliknya bila umat islam menjauh dari islam apalagi mencabut dari dirinya maka kehancuran yang bakal didapat.

Mari kita tengok apa yang terjadi di dunia Islam pada abad pertengahan(penanggalan masehi) dimana di saat yang sama masa kegelapan sedang terjadi di Eropa. Hal yang bertolak belakang dengan yang terjadi di eropa banyak kita temui.

Sebagai contoh, di Baghdad antara 764AD dan 869AD, penguasa, Khalifah Harun Al Rasyid memiliki sebuah perpustakaan yang berisi enam ratus ribu buku. Suatu jumlah yang sangat besar. Tidak seperti para penguasa Eropa pada waktu itu, yang sebagian besar buta huruf, Khalifah Harun Al Rasyid sarjana/cendekiawan yang baik, fasih di dalam sains dan filsafat.
Kumpulan cerita berjudul The Seribu Satu Malam atau The Arabian Nights dibuat dengan latar belakang istana Khalifah Harun Al Rasyid.

Dimana saat ini kita mengenal Belanda yang Eropa sebagai negeri kincir angin, Dunia Islam sudah jauh lebih dahulu menggunakannya secara masal. Sejarawan Joseph Needham menulis, “sejarah kincir angin benar-benar diawali oleh kebudayaan Islam”. Negeri Islam punya banyak daerah yang kering dimana air terbilang langka. Di daerah yang kekurangan air tetapi memiliki angin yang stabil, kincir angin dapat dikembangkan sebagai alternatif sumber energi untuk industri. Pengembangan teknologi kincir angin dimuat jelas dalam Kitab al-Hiyal karya Banu Musa bersaudara. Dan kincir angin pertama kali digunakan di propinsi Sistan, Iran timur sebagaimana dicatat oleh geografer Istakhri pada abad ke-9 M. Perhatikan, ini sudah terjadi jauh sebelum Renaisans di eropa yang baru muncul pada tahun 1500. Di Spanyol, saat dikuasai Islam, tercatat dalam Kitab al-Rawd al Mi’tar (Kitab Taman yang Haram) karya al-Himyari pada tahun 661 H / 1262 M, telah menggunakan kincir angin.

Memang beberapa pihak berpendapat bahwa kincir angin eropa adalah asli eropa, akan tetapi kemunculannya adalah jauh-jauh terlambat dibandingkan di dunia islam.

Dalam abad pertengahan (Dark Ages) sains yang telah berkembang di masa zaman klasik eropa dipinggirkan dan dianggap lebih sebagai ilmu sihir yang mengalihkan perhatian manusia dari ketuhanan. Itulah terjadi di eropa.

Kebangkitan besar dalam bidang keebudayaan dan ilmu pengetahuan di negeri-negeri Islam terjadi karena dalam Islam para pengikutnya tidak diwajibkan untuk meninggalkan kehidupan duniawi atau kekayaan. Harta, hiburan, makanan lezat dan intelektual, seperti matematika, astronomi yang mungkin dalam agama lain diartikan sebagai hal diluar agama (sekular), semua hal tersebut menjadi bagian integral dari kehidupan dan budaya Islam.

Kebudayaan lain diluar Islam saat itu, seperti Yunani, Persia dan India dipelajari dan dikembangkan.

Ilmuwan muslim mempelajari botani dan menulis banyak buku yang berhubungan dengan tanaman, bagaimana mereka tumbuh dan bagaimana cuaca mempengaruhi mereka

Ahli zoologi Muslim mempelajari binatang, terutama kuda, dan memberikan pengetahuan kepada mereka dan dokter ahli bedah hewan.

Observatorium untuk mengamati langit pertama kali dibangun oleh umat Islam di abad ke-10 Masehi di Baghdad, Damaskus dan Maraghash di Persia. Di sana, para astronom mengamati bintang-bintang, planet dan meteor dengan bantuan kompas dan kuadran untuk mengukur sudut. Dapat kita lihat bahwa ini terjadi jauh-jauh sebelum Galielo Galilei lahir atau bahkan Copernicus hadir.

Para Ilmuwan muslim juga menggunakan astrolabes, yang berguna untuk mengukur ketinggian, dan gerakan benda-benda langit. Astrolabes diapakai sebagai instrumen utama untuk navigasi di laut sampai sextant ditemukan pada abad ke-17. Ini pun terdapat keterangan bahwa salah satu jenis sextant, yaitu mural sextant telah dibangun pertama kali di Ray, Iran, oleh Abu Mahmud Al-Khunjani. Astronom muslim saat juga telah mampu menghitung hampir persis ukuran keliling bumi.

Galileo Galilei (1546-1642) dengan pahamnya bahwa matahari sebagai poros tata surya (heliosentrisme), bersebrangan dengan gereja saat itu yang berpaham bahwa bumi adalah pusat tata surya. Dianggap dapat merusak iman Kristen walhasil Galileo diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. sehingga harus mendekam dipenjara. Ini adalah salah satu contoh, dimana gereja berkuasa penuh atas kehidupan umatnya yang malah membawa kemunduran bagi eropa.

Dalam bidang kedokteran dan obat-obatan, dunia Islam sudah sangat jauh maju meninggalkan eropa. Pada sekitar abad 11 Masehi, para Dokter eropa hanya sedikit lebih pintar dari tukang jagal. Mereka memotong kaki orang yang terluka dengan kapak, menggosok garam ke dalam luka-luka, dan memotong silang (cut-crosses) tulang tengkorak pasien penderita tuberkolosis atau demam. Tidak heran, banyak pasien mereka yang akhirnya mati.

Mari kita petik hikmah bahwa agama mereka membawa kemunduran, sementara agama Islam membawa kegemilangan. Maka sudah sewajarnya kita benar-benar menjalankan Islam kita ini dalam segala aspek kehidupan sehingga mendapatkan kesuksesan dunia akhirat – insya Allah.

Referensi:

http://id.wikipedia.org

http://www.gutenberg.org/author/Nicolaus+Copernicus

^ O’Connor, John J.; Robertson, Edmund F., "Abu Mahmud Hamid ibn al-Khidr Al-Khujandi", MacTutor History of Mathematics archive, http://www-history.mcs.st-andrews.ac.uk/Biographies/Al-Khujandi.html.

http://middleeasternhistory.suite101.com/article.cfm/the_splendours_of_islam_in_medieval_times#ixzz0Z4nNIKF4

http://www.white-history.com/hwr42.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: