Sekarang, Kita Semua adalah Hamas

30 Jan

Tiga minggu penyerangan Israel ke Jalur Gaza, justru mampu “membantu” merekrut Hamas dalam jumlah besar!

 

Hidayatullah.com–“Apa syaratnya seseorang bisa menjadi anggota Hamas?” tanya seorang pemuda. Pria ‘alim yang duduk di kursi roda itu tidak membutuhkan lebih dari satu detik untuk menjawab pertanyaan pemuda tadi.

 “Ketika Anda mengangkat tangan berdoa untuk kemenangan para Mujahidin membebaskan Al-Aqsa, sejak itu Anda seorang Hamas.”

yasin001Pria itu adalah “Asy-Syahid” Syeikh Ahmad Yasin, yang dirudal oleh Israel di atas kursi roda yang sama, beberapa meter sekeluarnya beliau dari masjid tempatnya shalat subuh berjama’ah.

Kisah ini disampaikan oleh Abu Ayman, salah satu sahabat Syeikh Yasin dari tujuh pria pendiri Hamas (Harakah Muqawamah Al-Islamiyah; gerakan perlawanan Islam) yang masih hidup, dan beberapa bulan lalu diwawancarai oleh reporter www.hidayatullah.com di suatu kamp pengungsi Palestina di Damaskus, Suriah.

Dalam tiga minggu penyerangan biadabnya ke Gaza (27 Desember 2008 sampai 17 Januari 2009), Zionis Israel justru telah “membantu” rekrutmen anggota Hamas dalam jumlah terbesar sejak berdirinya tahun 1987.

hamas_massa_300_01Jutaan orang baik Muslim maupun bukan turun ke jalan kota-kota dunia seperti Caracas, Madrid, Seoul, Jakarta, Montevideo, Kuala Lumpur, Istanbul, Buenos Aires, London, Teheran dan banyak lagi, menyatakan kemarahannya atas pembantaian rakyat Gaza.

Jutaan orang lainnya, di seantero dunia, lima kali sehari di akhir rakaat shalat-shalat fardhunya mengangkat tangan membacakan doa Qunut Nazilah agar para Mujahidin dimenangkan dan para musuh dilaknati Allah.

Organisasi hak asasi manusia Al-Mizan Center mencatat, jumlah korban yang syahid selama penyerangan yang dilakukan Israel tempo hari mencapai 1.253 orang, termasuk setidaknya 280 orang anak dan 95 orang perempuan. Sejumlah 4,009 orang luka-luka, termasuk 860 orang anak dan 488 perempuan. Hamas secara resmi mengumumkan 48 orang anggotanya syahid diantara para korban. Namun ratusan jenazah masih terus ditemukan dari reruntuhan bangunan yang kini mulai dibongkar.

Pasti, pengorbanan ini tidak sia-sia. Seperti juga pemboman 9/11 yang diduga kuat oleh banyak ahli sebagai bikinan rezim George W Bush sendiri untuk memfitnah umat Islam, fitnah Israel yang menggembar-gemborkan ‘kejahatan’ Hamas justru berbalik mengundang simpati masyarakat dunia kepada gerakan perlawanan Islam ini.

Adian Husaini, kolumnis dan pemikir muda terkemuka, mencatat, “Belum pernah ada kejadian di belahan bumi lain, yang mengundang simpati emosional bangsa Indonesia sebesar penyerangan terhadap Gaza ini. Artis-artis, anak-anak sekolah, rakyat jelata semua bersimpati ada perjuangan rakyat Palestina.”

Hamas antara Demokrasi dan Syariah

Wartawan Palestina lain yang tidak berada di Gaza adalah Khalid Amayreh, tinggal berpindah-pindah antara Nablus dan Jerusalem di Tepi Barat. Ia mengomentari niat Israel menghancurkan Hamas.

“Antara menghancurkan pemerintahan Hamas dan menghancurkan gerakan Hamas adalah dua hal yang sama sekali berbeda,” tulisnya dalam sebuah artikel yang diterbitkan Palestinian Information Center (PIC).  

Sejak berdirinya 21 tahun silam, Hamas memang telah berhasil mengubah arus perjuangan kemerdekaan Palestina, dari Nasionalis-Marxis-Sekular di bawah kepemimpinan Yasser Arafat, menjadi perjuangan yang lebih universal dan berdimensi akhirat lewat perlawanan Islam.  

Meskipun kehilangan 48 kader terbaiknya, serangan Israel baru lalu justru semakin mengangkat nama Hamas. Orang jadi semakin kenal, meskipun Hamas menggunakan demokrasi sebagai alat, jihad tetap panglimanya. Para pemimpinnya tetap berada di tengah-tengah rakyat meskipun dalam keadaan terburuk. Contohnya, Menteri Dalam Negeri Sayyid Shiyam dan Nizar Rayyan, salah seorang ulama dan komandan lapangan di Gaza. Keduanya syahid bersama keluarganya.

Meskipun juga menggunakan media demokrasi, Hamas selalu tunduk pada tuntunan para ulamanya dari hal-hal yang sifatnya besar dari masalah diplomasi dan kenegaraan sampai hal-hal terkecil.

Salah seorang ulama Hamas yang diwawancarai oleh www.hidayatullah.com Syeikh Abu Bakar Al-Awawidah di Damaskus, Syuriah, menceritakan sebuah pengalaman menarik.

“Khalid Misy’al kepala biro politik Hamas dulunya gemar mengenakan dasi, namun sesudah saya tegur beberapa kali dan saya ingatkan bahwa simpul dasi itu sebenarnya berbentuk salib. Sejak itu sampai sekarang sampai hari ini dia tidak menggunakan dasi. Begitu juga untuk urusan-urusan yang lebih besar,” ujar Syeikh Abu Bakar.

Para pemimpin Hamas tunduk pada ulama, karena ulamanya berjihad, dan bukan sebaliknya ulama dipaksa tunduk pada kepentingan politik.

 

Meskipun menggunakan demokrasi sebagai alat, dan ikut pemilu, Hamas tidak pernah berpura-pura menggunakan retorika kemanusiaan atau kebangsaan (Humanisme atau nasionalisme). Baik kepada lawannya maupun kawan, para pemimpin Hamas selalu berterus terang bahwa mereka ingin menegakkan syariat Islam di seluruh tanah Palestina, meskipun sikap itu berakibat mereka harus digebuki di berbagai arah. Di antaranya dengan penangkapan, penculikan para tokohnya, dan yang terbesar penyerangan Israel yang baru lalu. Namun begitu, Allah mentakdirkan rakyat Palestina semakin mencintai Hamas. Ketika diwawancari oleh media-media asing, sejumlah penduduk Gaza di jalan-jalan, menyatakan dengan jelas.

“Kami tidak pernah menyalahkan Hamas, Israel memang menyerang rakyat sipil.” [M. Isa, Damaskus, Suriah/www.hidayatullah.com]

Wawancara dan artikel lengkap tentang Hamas dan perjuangan Palestina dimuat lengkap di Majalah Hidayatullah bulan Pebruari. Lengkap dengan poster boikot lux. Pesan sekarang juga sebelum habis.  Email   redaksi-online@hidayatullah.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , (031)-5998143, 5998145 atau SMS ke 081-55156074

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8476:sekarang-kita-semua-adalah-hamas&catid=67:internasional&Itemid=55

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: