“Para pioneer orientalis adalah juga para missionaries Kristen yang aktif berkerja di negeri-negeri Islam. Kesalahpaham gambaran mereka terhadap Islam telah dipupuk melalui sejarah, dan dibuat sedemikian rupa sehingga mempengaruhi sikap orang-orang Eropa terhadap para penyembah dukun (sebutan Eropa untuk kamu Muslim). Begitulah, kekeliruan itu terus berlanjut menimpa para orientalis. Bahkan setelah mereka berhasil membebaskan diri dari pengaruh missionaries, kesalahpaham mereka terus ada. Apa yang kita saksikan itu merupakan naluri yang diwarisi sejak masa perang Salib.”
Leopold Vice, Islam at The Crossroads, The Other Press. Kuala Lumpur. Hal.48